September 20, 2017

Zigzag Penerimaan Pajak

TOPIK mengenai pajak kembali menjadi buah bibir, terutama terkait saling lempar argumen antara pemerintah dengan kalangan penulis serta pekerja seni dalam beberapa hari terakhir. Ada beberapa penulis […]
September 14, 2017

Pedagogi Pertumbuhan Ekonomi

TAHUN depan pemerintah mencanangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di bilangan angka 5,2%. Target tersebut terbilang cukup moderat, apalagi mengingat untuk sementara ini kita dalam jeratan iklim perekonomian yang […]
September 4, 2017

Freeport, What’s Next?

PEMERINTAH mengklaim telah berhasil bernegosiasi dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam rangka implementasi Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2017. Sesuatu yang paling menyita perhatian publik tentu berkaitan […]
August 30, 2017

Dana Pensiun: Reformasi Pengelolaan?

PROFESI sebagai aparatur negara mulai dari kategori pegawai negeri sipil (PNS), hingga Polisi dan TNI masih menjadi idaman, khususnya bagi kalangan muda. Salah satu faktor pendukungnya lantaran […]
August 21, 2017

Menggerakkan Dana Desa untuk Pemerataan

TARGET RAPBN 2018 telah dilansir. Pemerintah menggunakan tagline “Memacu Investasi dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan dan Pemerataan” sebagai tema Rencana Kerja Pembangunan (RKP) 2018. Tema ini menjadi sangat […]
August 14, 2017

Ketimpangan: Buatan atau Alamiah?

MASALAH ketimpangan selalu menjadi momok. Dimensi ketimpangan biasanya direfleksikan berdasarkan komparasi pendapatan dan/atau pengeluaran, baik yang berlaku melalui perbandingan antarpenduduk maupun antardaerah/wilayah. Fenomena ketimpangan tidak hanya terjadi […]

Writer’s bio


C Candra Fajri Ananda dilahirkan di Lumajang pada 29 oktober 1964. Dari kota pisang yang berlokasi di bagian selatan Jawa Timur ini, Candra kecil menghabiskan masa kanak - kanak sampai remaja di Kota Pisang ini. Malang sebagai kota pendidikan menjadi kota destinasi berikutnya bagi Candra untuk menempuh pendidikan sarjana, tepatnya di Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan.

Berbekal gelar sarjana dan pengalaman menjadi tenaga lapang (field worker) mendorong Candra untuk terus belajar dan membangun hubungan - hubungan ilmiah dengan para ekonom muda saat itu, baik yang ada di Universitas Indonesia maupun di Universitas Gajah Muda.