February 12, 2018

Inovasi Kebijakan Mendesak

KITA lagi-lagi dituntut harus bijak dalam menyikapi hasil akhir pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017. Pasalnya seperti dugaan sebelumnya, tingkat realisasinya tidak mencapai target yang ditetapkan pemerintah. BPS […]
February 5, 2018

Pariwisata: Mampukah Menggugah?

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) tampaknya sedang kesal dengan perkembangan ekspor kita. Media memberitakan penyebab kekesalan Presiden Jokowi ialah karena nilai ekspor kita yang lebih rendah ketimbang beberapa […]
January 30, 2018

Mengapa Impor (Lagi)?

ADA-ada saja tindakan pemerintah yang menimbulkan kontroversi. Polemik yang terhangat saat ini adalah terkait dengan kebijakan impor. Isu ini terus menggelinding liar dan dampaknya bisa tidak […]
January 24, 2018

Pembiayaan Alternatif Proyek Pemerintah

PEMBANGUNAN infrastruktur masih menjadi agenda prioritas pemerintah untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, mempersempit kesenjangan pembangunan lingkungan sosial antardaerah, serta menggenjot daya saing nasional. Namun upaya pemerintah untuk […]
January 19, 2018

Hela Optimisme

MENJELANG tahun-tahun politik yang rawan diwarnai banyak atraksi, pemerintah dan masyarakat harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk lebih arif menangani berbagai situasi. Banyak pihak yang mengkhawatirkan kebijakan […]
January 9, 2018

Peran Pajak Menguat

SEPERTI biasa, setelah pergantian tahun Masehi, intensitas sorotan publik akan meruncing pada evaluasi beberapa indikator kinerja pemerintah dalam masa satu tahun anggaran. Salah satu indikator kinerja pemerintah […]

Writer’s bio


C Candra Fajri Ananda dilahirkan di Lumajang pada 29 oktober 1964. Dari kota pisang yang berlokasi di bagian selatan Jawa Timur ini, Candra kecil menghabiskan masa kanak - kanak sampai remaja di Kota Pisang ini. Malang sebagai kota pendidikan menjadi kota destinasi berikutnya bagi Candra untuk menempuh pendidikan sarjana, tepatnya di Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan.

Berbekal gelar sarjana dan pengalaman menjadi tenaga lapang (field worker) mendorong Candra untuk terus belajar dan membangun hubungan - hubungan ilmiah dengan para ekonom muda saat itu, baik yang ada di Universitas Indonesia maupun di Universitas Gajah Muda.