April 16, 2019

Pentha Helix

TANTANGAN pembangunan yang kian kompleks dan rumit membuat pemerintah tidak bisa bekerja sendirian untuk menyelesaikan semuanya. Kolaborasi antarelemen masyarakat seringkali menjadi sebuah solusi mengingat kompleksitas masalah juga […]
April 9, 2019

Pariwisata, Sudah Siapkah?

SALAH satu problem yang cukup mengganggu eksistensi perekonomian di Indonesia saat ini adalah terjadinya defisit transaksi berjalan. Defisit transaksi berjalan membuat nilai tawar rupiah sempat menurun berulang-ulang […]
April 5, 2019

Teknologi Akselerator Pembangunan

Frasa teknologi menjadi sebuah isu yang hampir tak pernah terlepas dalam setiap perbincangan mengenai pembangunan. Historinya cukup panjang sejak berabad-abad silam. Dalam kontestasi pemilihan Presiden dan […]
March 27, 2019

Budaya dan Pembangunan

SELAMA ini kinerja pembangunan sering kali diukur dengan melihat indikator fundamental makroekonomi. Pertumbuhan ekonomi sering kali didewakan sebagai parameter keberhasilannya. Dan hingga saat ini hal itu masih […]
March 21, 2019

Bagaimana DAK?

DARI berbagai macam jenis dana transfer (perimbangan) dari pemerintah pusat ke daerah, dana alokasi khusus (DAK) memiliki arti tersendiri dalam proses egalitarian dan sinkronisasi hubungan antarpemerintahan. Posisi […]
March 12, 2019

Menghangatkan Perekonomian

SALAH satu isu strategis yang terus menarik perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir ialah perihal perkembangan indeks harga konsumen (inflasi). Pergerakan tingkat inflasi menjadi ihwal penting karena […]

Writer’s bio


C Candra Fajri Ananda dilahirkan di Lumajang pada 29 oktober 1964. Dari kota pisang yang berlokasi di bagian selatan Jawa Timur ini, Candra kecil menghabiskan masa kanak - kanak sampai remaja di Kota Pisang ini. Malang sebagai kota pendidikan menjadi kota destinasi berikutnya bagi Candra untuk menempuh pendidikan sarjana, tepatnya di Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan.

Berbekal gelar sarjana dan pengalaman menjadi tenaga lapang (field worker) mendorong Candra untuk terus belajar dan membangun hubungan - hubungan ilmiah dengan para ekonom muda saat itu, baik yang ada di Universitas Indonesia maupun di Universitas Gajah Muda.