December 3, 2019

Inovasi (kualitas) Kebijakan

GEJOLAK perekonomian dunia telah memunculkan risiko dan berdampak negatif pada perkembangan perekonomian domestik. Indonesia merupakan satu dari negara-negara di dunia yang turut terpapar kondisi negatif perekonomian yang […]
November 26, 2019

Pembangunan dan Kesejahteraan

DI UJUNG periode pertama pemerintahan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan hingga 9,82% dan angka ini merupakan capaian terbaik persentase penduduk miskin berada dalam […]
November 18, 2019

Fokus Target

KATA “Target” dalam beberapa waktu terakhir menjadi sebuah kata yang sering diperbincangkan di berbagai institusi, termasuk di instansi pemerintahan. Menjelang penghujung tahun, hampir seluruh institusi saat ini […]
November 13, 2019

Kualitas Belanja Pemerintah

ANGGARAN merupakan bagian penting dalam organisasi sektor publik. Fungsi anggaran sebagai perencana dan pengendali organisasi menjadikan penganggaran sebagai area penting bagi keberhasilan organisasi. Ironisnya penilaian kinerja berdasarkan […]
November 4, 2019

BUMN, Mau Dibawa ke Mana?

TERBENTUKNYA Kabinet Indonesia Maju membuka optimisme publik terhadap kemajuan Indonesia di tengah kerasnya tantangan yang ada. Hadirnya sejumlah nama baru dari kalangan profesional dalam kabinet dinilai memiliki […]
October 30, 2019

Inovasi Kebijakan

TERBENTUKNYA kabinet baru memberikan kesan beragam dari masyarakat. Kuatnya warna “politik akomodatif” yang dibalut dengan istilah “demokrasi gotong-royong” menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Beberapa menyatakan bahwa komposisi kabinet […]

Writer’s bio


C Candra Fajri Ananda dilahirkan di Lumajang pada 29 oktober 1964. Dari kota pisang yang berlokasi di bagian selatan Jawa Timur ini, Candra kecil menghabiskan masa kanak - kanak sampai remaja di Kota Pisang ini. Malang sebagai kota pendidikan menjadi kota destinasi berikutnya bagi Candra untuk menempuh pendidikan sarjana, tepatnya di Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan.

Berbekal gelar sarjana dan pengalaman menjadi tenaga lapang (field worker) mendorong Candra untuk terus belajar dan membangun hubungan - hubungan ilmiah dengan para ekonom muda saat itu, baik yang ada di Universitas Indonesia maupun di Universitas Gajah Muda.